Berita Bola – 3 Juru Racik yang Kerap Tak Manfaatkan Pemain Cadangannya

0

Premier League

Berita Bola – Persaingan di Liga Inggris bukan hanya laga antara pemain di atas lapangan hijau, tapinya laga antara 1 klub melawan klub lain. Sepak bola bisa dikatakan sebagai kombinasi pemain dan pelatih dalam 1 skuat. Karena juru taktik akan memutar otak agar timnya bisa meraih kemenangan. Terkadang mereka yang berada di bangku cadangan pun bisa jadi pemicu kemenangan. Bukan hanya di EPL, di semua kompetisi pun, pemain substitusi memiliki peran yang vital bagi kesebelasan.

Pemain cadangan tidak hanya duduk dan bercengkrama di bangku cadangan saja. Mereka juga punya kewajiban untuk mengobservasi jalannya laga tersebut, dan mencermati pergerakan pemain di lapangan. Itulah nilai positif pemain yang berada di bangku cadangan.

Karena, sewaktu juru taktik menurunkannya untuk berlaga, pemain substitusi tersebut sudah tak perlu lagi menafsir pergerakan lawan. Sebab, dia sudah punya gambaran yang luas terkait kondisi di lapangan sehingga sudah banyak mengetahui hal apa yang harus mereka lakukan saat masuk ke lapangan.

Chelsea contohnya, di bawah asuhan Antonio Conte, The Blues menjadi skuat yang lagi-lagi ditakuti lawan. Faktor positifnya adalah juru taktik kelahiran Italia itu berani mengambil risiko dengan menurunkan punggawa belia mereka di musim ini.

Tak cuma itu, Chelsea memang saat ini masih di pihak oleh dewi fortuna. Karena sampai saat ini belum ada pemain inti yang terkena cedera parah, sehingga Conte dengan gampangnya menggunakan pemain utamanya. Lalu bagaimana dengan klub lainnya, seperti Tottenham Hotspur, Arsenal, Liverpool, dan 2 Manchester, apakah mereka akan mengambil risiko dengan menurunkan pemain cadangan? Berikut 3 Juru racik yang kerap tak manfaatkan pemain cadangannya :

Berita Prediksi Skor Liga Bola Online Terkait  Prediksi Bola Palermo vs Inter Milan Liga Italia Serie A 2016-17

1. Juergen Klopp

Juergen Klopp

Liverpool memang terkenal sebagai klub pencetak gol terbanyak di Liga Inggris. Total, 54 gol sudah diciptakan The Reds dalam 25 laga terakhirnya di kompetisi lokal. Tapinya, juru taktik Juergen Klopp masih punya sisi negatif dalam hal menurunkan pemain substitusi. Karena itu, ketika pemain intinya terkena masalah kadang-kadang Klopp kerap kesulitan memberikan kepercayaan kepada pemain cadangan.

Pasalnya, ada beberapa pemain yang mempunyai talenta besar untuk mengubah kondisi, seperti Daniel Sturridge dan Divock Origi. Namun, mereka sepertinya kesulitan untuk membaca gaya pemainan Liverpool, sehingga ke-2 pemain itu kerap kesulitan sewaktu diminta untuk mengubah gaya bermain.

2. Jose Mourinho

Jose Mourinho

Jose Mourinho terkenal sebagai pelatih yang disegani banyak pemain. Sering kali ada punggawa yang memilih hengkang karena tidak cocok dengan gaya permainan juru taktik kelahiran Portugal itu. Dari beberapa hal yang sudah diketahui, ada satu sisi negatif yang sampai saat ini belum juga diatasi Mou, yaitu kurang percayanya dia terhadap pemain cadangan. Sejauh ini, sangat terlihat kesenjangan di bangku cadangan The Red Devils.

Padahal pemain substitusi United punya keunggulan tersendiri yang tak kalah dari skuat inti. Contohnya Bastian Schweinsteiger dan Wayne Rooney. Ke-2 pemain ini kerap menjadi superstar pada suatu pertandingan sewaktu sukses mengubah kondisi dengan membobol gawang lawan. Seperti yang dilakukan playmaker Jerman saat mencetak gol debutnya di musim ini saat membuat Setan Merah unggul atas Wigan Athletic dengan skor telak 4-0.

Berita Prediksi Skor Liga Bola Online Terkait  Prediksi Bola Arsenal vs Crystal Palace 17 April 2016

3. Pep Guardiola

Pep Guardiola

Sama halnya dengan tim-tim di atas, Manchester City juga terkenal sebagai klub yang kurang seimbang. Pep Guardiola punya beberapa pemain substitusi bertalenta, tapi ada celah yang sulit diperbaiki oleh tim. Bedanya Guardiola mampu menutup celah itu dengan tanggap, salah satunya dengan merekrut Gabriel di tahun ini. Perubahan yang terjadi di lini depan membuat Sergio Aguero merasa tersisih karena dia lebih banyak duduk di bangku cadangan.

Tapinya tak hanya pada di lini depan saja yang mengalami perubahan. Posisi gelandang juga terasa berbeda, hal itu terjadi karena Guardiola masih sulit melihat karakter pemainnya sehingga ada banyak kesenjangan yang terjadi.

Comments are closed.