Liga Champions – 3 Estimasi Bianconeri Sanggup Jadi Juara di Musim Ini

0

Barcelona vs Juventus Liga Champions

Liga Champions – Liga Champions pada musim ini telah memasuki babak 4 besar. Juventus, sebagai satu dari 4 kesebelasan yang tersisa pastinya memiliki angan-agan besar untuk merebut gelar di musim ini. Semangat mereka dapat terlihat jelas saat mereka sukses melibas tim yang menjadi favorit juara, Barcelona di babak 8 besar beberapa waktu yang lalu.

Juventus vs Barcelona 3-0 – All Goals & Highlights – Champions League 11/04/2017

Bianconeri sendiri akan menjalani laga dengan AS Monaco yang tampil impresif sejauh ini karena sukses mengalahkan lawan seperti Manchester City dan Borussia Dortmund di babak sebelumnya. Selain itu, skuat asal Prancis tersebut juga mempunyai serangan yang sangat mematikan, 12 gol berhasil dicetak Monaco dalam 4 laga di babak fase gugur ini.

Walaupun begitu, La Vecchia Signora sendiri saat ini telah menjadi favorit untuk menjadi juara Liga Champions pada musim ini usai melibas Blaugrana. Berikut 3 estimasi lainnya mengapa Bianconeri sanggup menjadi juara di musim ini :

1. Kombinasi Apik Dybala-Higuain

Di babak 4 besar ini, 4 skuat yang lolos dapat dikatakan memiliki duo atau trio striker yang mematikan. Contohnya saja Real Madrid dengan BBC ( Bale, Benzema, Cristiano ). Namun, nyatanya juve pun punya duet yang mematikan, mereka adalah Dybala-Higuain. Dybala menjadi sosok vital bagi Juve ketika menghadapi Barca di babak 8 besar lalu, 2 golnya di leg pertama sukses membuat skuatnya menang dengan skor 3-0. Total, pemain berusia 23 tahun itu sudah menyumbang 4 gol dari 8 laga di Liga Champions musim ini.

Berita Prediksi Skor Liga Bola Online Terkait  INFO SBOBET - Mourinho Juru Racik yang Selaras Bagi United

Bila dibandingkan dengan Dybala, torehan gol Higuain di UCL lebih sedikit, yaitu cuma 3 gol dari 9 laga. Bahkan dalam fase knock out ia belum mencetak 1 gol pun. Walaupun begitu, kepiawaiannya di Serie A tak mengendur. El Pipita telah mengoleksi 23 gol sejauh ini. Pastinya duet Dybala-Higuain patut diwaspadai oleh lini belakang Monaco. Pasalnya 42% gol Juve di UCL musim ini berasal dari pemain asal Argentina tersebut.

2. Pertahanan yang Tangguh

Di atas dikatakan bahwa Monaco merupakan skuat yang hebat dalam menyerang selama fase gugur. Tapinya, kondisi tersebut nampaknya tak menjadi masalah bagi Bianconeri. Pasalnya mereka punya defender terbaik di Eropa bahkan dunia. Selain memiliki Gianluigi Buffon, mereka juga memiliki 4 bek tangguh, seperti Giorgio Chiellini, Andrea Barzagli, Leonardo Bonucci, dan Dani Alves.

Wajar apabila dengan kumpulan pemain seperti itu, Bianconeri musim ini cuma kebobolan sebanyak 2 kali di UCL. Bahkan dalam 4 laga fase knock out dengan melawan Porto dan Barca, gawang Buffon tak kebobolan sama sekali. Torehan ini membuat La Vecchia Signora menjadi skuat yang paling sedikit kebobolan di musim ini. Pastinya menarik melihat ketika skuat dengan daya serang terbaik bertemu dengan tim dengan pertahanan terbaik.

Berita Prediksi Skor Liga Bola Online Terkait  Prediksi Bola Barcelona vs Valencia

3. Keinginan Kuat Mengakhiri Dahaga Gelar

Juve terkenal sebagai tim yang disegani di kotanya sendiri karena banyaknya scudetto yang diraih. Sedangkan di kompetisi UCL, mereka cuma sanggup memenangkan gelar sebanyak 2 kali dari 8 pertandingan final. Terakhir mereka meraihnya pada musim 1995-1996 usai melibas Ajax Amsterdam lewat adu penalti.

Setelah 21 tahun gagal membawa pulang trofi paling bergengsi, membuat Bianconeri semakin berniat untuk menjuarai kompetisi ini. Untuk mencapai targetnya tersebut, di awal musim ini mereka menggelontorkan dana sebanyak 138 juta pounds atau Rp2,3 triliun. Hal ini tercatat sebagai belanja pemain terbesar sepanjang histori klub.

Comments are closed.