Liga Champions – Akankan Los Colchoneros Melakukan Comeback di Leg Ke-2

0

Diego Simeone

Liga Champions – “Dunia olahraga adalah sesuatu yang misterius karena hal-hal yang tak terduga bisa saja terjadi,” tandas Diego Simeone sehabis laga kontra Real Madrid. Sekilas, perkataan Simeone ini terlihat seperti berusaha untuk membangkitkan semangat anak asuhnya yang baru saja kalah dari rival sekota mereka di leg pertama babak 4 besar Liga Champions. Atletico Madrid kalah dengan skor 3-0 di Santiago Bernabeu pada Rabu dini hari. Dan, perkataan Simeone itupun layaknya memberi harapan terhadap anak asuhnya untuk bisa melakukan sesuatu yang ajaib pada leg ke-2.

Namun, yang nampak pada konferensi pers sebetulnya justru berbanding terbalik. Dari gestur yang ia perlihatkan, Simeone terlihat tak terlalu yakin anak asuhnya sanggup melakukan comeback pada leg ke-2. Performa kurang meyakinkan anak asuhnya serta perkataan bahwa skuat besutannya memiliki kans yang kecil untuk bisa lolos ke partai puncak nampaknya membuat Simeone cukup tertekan bahkan untuk cuma memberikan semangat pada anak didiknya. Justru akan sulit melihat Atletico melakukan comeback pada leg ke-2 nanti, walaupun berlangsung di Vicente Calderon.

Diego Simeone Post Match interview! – REAL MADRID 3-0 Atl├ętico Madrid UCL

Sepanjang berlangsungnya laga, skuat yang berjulukan Los Colchoneros itu memang nampak tampil kurang memadai. Ini pastinya berbeda dengan apa yang diperlihatkan El Real. Satu-satunya hal yang kurang meyakinkan dari Real adalah finishing akhir mereka di depan gawang, sementara alur laga sukses mereka dominasi. Bahkan, mereka bisa saja sudah unggul 3 gol pada 30 menit pertama. Atletico pun bisa dibilang cukup beruntung Cristiano Ronaldo cuma mencetak hattrick pada laga tersebut tanpa ada nama rekan-rekannya yang lain di papan skor.

Berita Prediksi Skor Liga Bola Online Terkait  Liga Champion - Strategi Apa Sambutan Barcelona Atas Kehadiran eks Pelatihnya

Yang mungkin membuat performa Atletico semakin terjerembab adalah respon mereka sewaktu CR7 mencetak gol ke-2 bagi El Real. Saat Ronaldo melakukan tendangan keras itu, kepala pemain Atletico nampak tertunduk lemas, tak siap untuk melawan. Ini mungkin merupakan perasaan yang serupa bagi Atletico, setelah menghadapi rival sekotanya itu pada 2 edisi final dalam 3 musim terakhir. Memang, sejak masuk UCL pada musim 2013/14, Atletico cuma kebobolan 20 kali dari 23 laga fase gugur yang mereka mainkan. Sayang, 9 diantaranya dibukukan oleh Real Madrid.

Pada 2 final dimana ke-2 kubu berjumpa, total ada 5 gol yang sukses diciptakan El Real ke gawang Atletico, walaupun 3 yang dicatatkan ada pada extra time. Ini semakin memperjelas lemahnya mental pemain Atletico sewaktu berlaga dengan Los Blancos. Untuk semakin menebar garam di atas luka, CR7 kini sudah mebukukan 103 gol di UCL, dimana hattrick-nya ke gawang Atletico membuat torehan kapten timnas Portugal tersebut melewati torehan Atletico di UCL sebagai klub dengan total 100 gol.

“Kami akan terus berjuang sampai tetes darah terakhir. Kami akan mencoba sesuatu yang mustahil, karena kami adalah Atletico Madrid, kami sanggup melakukan itu,” perkataan Simeone ini mungkin ada benarnya. Menjuarai La Liga pada musim 2013/14, mencapai partai puncak Liga Champions pada 2014 dan 2016, dan jajaran torehan positif lainnya mungkin menjadi beberapa hal mustahil yang sukses dilakukan oleh Atletico. Saat ini, 1 hal mustahil baru muncul di hadapan mereka dan harus bisa mereka lalui.

Berita Prediksi Skor Liga Bola Online Terkait  INFO SBOBET - Mourinho Tepat Buat United, Tapinya Dipaksa Langsung sukses

Rumor mentalitas akan menjadi hal yang harus segera diperbaiki oleh Simeone. Pengalaman 2 kali kalah di babak final oleh Los Merengues harus menjadi acuan utama untuk belajar dari kegagalan yang sudah dilakukan di masa lalu dan menjadi niatan tersendiri untuk meraih sesuatu yang baru. Secara kualitas pemain, mungkin Atletico tak kalah terlalu jauh dari El Real. Cuma tinggal bagaimana Simeone meyakinkan anak asuhnya untuk melakukan comeback, karena jika tidak maka mereka akan mengucapkan selamat tinggal pada kans untuk meraih trofi Liga Champions.

Comments are closed.