Liga Champions – Perjalanan Panjang Supergigi

0

Juventus vs AS Monaco

Liga Champions – Menang dengan agregat 4-1 atas AS Monaco, Juventus sukses melangkah ke partai puncak UEFA Champions League 2016/2017. Kepastian itu diraih setelah skuat yang berjulukan La Vecchia Signora ini kembali menang di leg ke-2 babak 4 besar yang berlangsung di Juventus Stadium, Rabu 10-05-2017 dini hari WIB.

Laga tersebut usai dengan skor akhir 2-1. Dua gol La Vecchia Signora masing-masing disumbangkan oleh M. Mandzukic pada menit ke-33 dan D. Alves pada menit ke-44. Sedangkan gol dari tim tamu dicatatkan oleh Kylian Mbappe pada menit ke-69. Sebelumnya di kandang Monaco, Juventus menang 2-0.

Perasaan senang serta keluh kesar bercampur aduk

Kiper La Vecchia Signora, yaitu G. Buffon, menyatakan bahwa dirinya bahagia karena skuat raksasa asal Italia ini sukses masuk ke babak final UCL. Tapinya, hal ini bukan yang pertama bagi mereka melesat ke babak final. Tahun 2015, jawara Serie A, Italia, juga sukses masuk ke partai puncak. Sayang, angan-angan untuk mengangkat titel antar-klub paling bergengsi di Eropa harus kandas. Juve tak berdaya menghadapi Barcelona di Stadion Olimpiade Berlin, Jerman, kalah dengan skor 1-3.

Berita Prediksi Skor Liga Bola Online Terkait  Liga Champions - El Nino: Atletico Tak Gentar Hadapi Los Merengues di Semifinal

Sang veteran adalah salah satu bukti nyata, sosok penting perjuangan si nyonya tua sepanjang sejarah. Dia sudah membela la Vecchia Signora sejak tahun 2001 dan belum 1 kali pun memenangkan titel Liga Champions. Jadi, inilah momentum yang pas bagi Buffon untuk membuatnya menjadi kenyataan, mengingat usianya yang semakin uzur, 39 tahun.

Di final, Bianconeri menanti hasil laga antara Atletico Madrid vs Real Madrid. Los Blancos lebih menjadi favorit, pasalnya pada leg pertama skuat besutan Zinedine Zidane itu menang telak 3 gol tanpa balas.

Siapapun lawannya, Buffon tak akan banyak berpikir panjang. Dia siap berjuang mati-matian, begitu juga dengan rekan setimnya. “Kami punyai skuat yang mumpuni. Saya sangat termotivasi untuk meraih gelar bergengsi ini” ucapnya. Buffon tak mau lagi mengalami rasa pahit seperti tahun 2015 atau 2003. Kali ini dia harus membuat Si Nyonya Tua keluar sebagai juara. “Babak puncak nantinya tak ada arti, jikalau kami tak keluar sebagai juara” tandas Buffon mengakhiri.

Berita Prediksi Skor Liga Bola Online Terkait  Liga Italia - Harapan Del Piero Menyinggung Sosok Dybala

Perjuangan pemain berjulukan Supergigi ini sangatlah luar biasa. Namanya mencuat di Eropa. Sebelum dibobol oleh Mbappe, torehan pemain kelahiran tahun 70an ini cukup mencengangkan di bawah gawang, tak kejebolan dalam total 10 jam di ajang UCL. Terakhir kali dia kebobolan saat skuatnya bentrok melawan Sevilla, pada bulan November 2016. Saat itu, Juve menang dengan skor 3-1. Torehan tersebut menempatkan Supergigi sebagai 5 kiper terbaik di UCL setelah Jens Lehmann, Keylor Navas, Edwin Van der Sar, dan Dida.

Comments are closed.